3. Beri batasan: Ketika obrolan sudah berubah menjadi perselisihan, ada baiknya untuk memberikan jeda waktu demi menenangkan pikiran. Kemudian, tentukan waktu yang tepat untuk kembali mendiskusikan masalah itu saat Anda dan pasangan sudah lebih tenang.
4. Gunakan bahasa yang baik: Bangun perhatian Anda dengan menyampaikan pendapat secara halus dan lembut, serta tidak terkesan menyalahkan pasangan. Misal, Anda bisa gunakan kalimat “aku merasa tersakiti ketika …” dibanding “kamu selalu.”
5. Bagi rasa empati: Tempatkan diri Anda dalam sudut pandang pasangan Anda untuk mengetahui bagaimana perasaannya. Rasa empati dapat membantu mencairkan amarah pada diri Anda sendiri sekaligus menumbuhkan pemahaman Anda.