5 Kombinasi Makanan yang Klop dari Rasa hingga Gizi

Martin Bagya Kertiyasa, Jurnalis
Minggu 22 Oktober 2023 11:14 WIB
Kombinasi Makanan Sehat. (Foto: Freepik)
Share :

BEBERAPA makanan harus dimakan secara kombinasi untuk mendapatkan rasa yang enak. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa mengombinasikan sebuah makanan juga akan mendapatkan nutrisi lebih baik loh.

“Ada nutrisi tertentu yang membantu penyerapan nutrisi lain, dan terkadang ada dua nutrisi yang bekerja secara sinergis untuk saling membantu dalam proses yang dilalui tubuh kita setiap hari,” kata Jordan Hill, ahli diet dan ahli gizi seperti dilansir dari Insider.

Hill pun merekomendasikan beberapa penggabungan makanan atau camilan untuk mendapatkan manfaat yang lebih baik.

Salmon dan asparagus

Salmon yang kaya lemak sehat membantu menyerap vitamin A, D, E dan K, yang mendukung tubuh dalam banyak hal, mulai dari meningkatkan kesehatan tulang dan mata hingga mengurangi peradangan dan mengatur suasana hati. Jika Anda tidak memiliki cukup lemak sehat dalam makanan Anda, Anda tidak dapat memecah vitamin-vitamin tersebut, yang dapat menyebabkan kekurangan vitamin.

Jadi sebaiknya kombinasikan lemak sehat seperti minyak zaitun, kacang-kacangan, biji-bijian, dan alpukat dengan makanan kaya vitamin. Sayuran hijau seperti kangkung mengandung vitamin K dan A, serta telur mengandung vitamin A, D, dan K. Ikan salmon juga mengandung vitamin D dan E.

Untuk makan malam, Anda bisa memadukan minyak zaitun dengan salad yang mengandung bayam dan kangkung, atau kacang-kacangan dan aprikot, atau salmon dan asparagus. Makanan berlemak ini membantu menyerap vitamin.

Tomat dan alpukat

Alpukat mengandung lemak sehat yan membantu menyerap karotenoid, yaitu molekul yang larut dalam lemak dengan sifat antioksidan. Hill juga mengatakan bahwa lemak sehat baik untuk kesehatan mata dan membantu melindungi kita dari penyakit jantung dan kanker tertentu.

Bentuk umumnya adalah likopen, beta-karoten, dan lutein, yang ditemukan dalam makanan seperti wortel, ubi jalar, tomat, dan bayam. “Setiap jeruk pasti mengandung karotenoid,” ujarnya. Karotenoid juga menghasilkan warna merah dan kuning yang kita lihat pada makanan.

Menggabungkan sayuran tersebut dengan minyak zaitun, salmon, alpukat atau kacang-kacangan dan biji-bijian meningkatkan kelarutan karotenoid sehingga lebih mudah diserap.

Telur dan yogurt Yunani

Kita mendapatkan sebagian besar vitamin D dari sinar matahari, dan banyak makanan tidak mengandung vitamin D. Namun, penting untuk mendapatkan cukup vitamin D karena kita membutuhkannya untuk menyerap kalsium. Jika kebutuhan kalsium kita tidak tercukupi, maka dapat membahayakan jumlah kalsium dalam tubuh kita.

Kombinasi yang mengandung vitamin D dan kalsium antara lain salmon dan sayuran hijau, telur dan yogurt Yunani, serta jus jeruk yang diperkaya vitamin D dengan sereal sarapan dan susu.

Jeruk dan kacang-kacangan

Asupan zat besi yang cukup sangatlah penting. Ini membantu membawa oksigen melalui darah ke otot, dan orang dengan kadar zat besi rendah sering merasa sangat lelah atau letih. Zat besi yang berasal dari produk hewani, dikenal sebagai zat besi heme, mudah diserap, namun zat besi nabati atau non-heme kurang larut.

Jika Anda seorang vegan atau hanya mengandalkan zat besi nabati, menggabungkannya dengan vitamin C akan membantu meningkatkan penyerapan setelah mencapai usus. Hampir semua buah atau sayuran yang berwarna kuning, oranye, atau merah kemungkinan besar mengandung vitamin C, dan banyak sayuran hijau juga mengandung vitamin C.

Beberapa kombinasi makanan nonheme yang mengandung zat besi dan vitamin C antara lain paprika dan bayam, jus jeruk dan sereal yang diperkaya zat besi, atau jeruk dan kacang-kacangan. Baca juga: Pentingnya Perubahan Menu pada Gizi Anak

Prebiotik dan probiotik

Hill menjelaskan bahwa prebiotik dan probiotik bekerja sama untuk meningkatkan kesehatan usus dan sistem kekebalan tubuh secara keseluruhan. Anda bisa makan apel yang mengandung serat prebiotik, lalu minum segelas kombucha yang merupakan probiotik.

Probiotik adalah triliunan bakteri yang hidup di usus kita, dan prebiotik adalah makanan yang dibutuhkan untuk tumbuh dan menjalankan fungsinya. “Tanpa prebiotik, probiotik kita tidak akan tumbuh dengan baik. Mereka tidak hidup dan melakukan pekerjaannya di dalam perut,” katanya.

Menggabungkan prebiotik dan probiotik akan mendorong “hubungan sinergis” antara keduanya. Kombinasi tersebut mencakup oat, prebiotik, dan yogurt probiotik.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya