GERAKAN Tutup Mulut (GTM) oleh anak memang bisa membuat orang tua frustrasi. Pasalnya, akan menghbiskan waktu yang lama untuk membuat anak menghabiskan makannya tersebut.
Dr Tan Shot Yen, ahli gizi komunitas lulusan Universitas Indonesia, berpendapat bahwa anak-anak yang melepeh atau menutup mulut mungkin disebabkan oleh masalah tekstur makanan dan anak-anak tidak lagi mau makan makanan lunak.
"Anak-anak sudah tidak mau lagi makan bubur yang becek. Mereka sudah mau makan bubur yang kental. Jadi, pastikan buburnya kental tapi tetap halus. Pada tahap ini, anak sudah mengembangkan teksturnya," kata dia seperti dilansir dari Antara.
Tan Shot Yen mengatakan, penyebab lainnya adalah maag dan kerusakan gigi yang disebabkan oleh orang tua yang lupa menyikat gigi anaknya. Dia mengatakan, meski gigi anak baru tumbuh satu atau dua gigi, tetap harus disikat dengan pasta gigi berfluoride.
Selain itu, jika anak tidak bisa berkumur, orang tua bisa membantunya menyeka mulut dengan handuk hangat atau air hangat. “Anak tidak bisa berkumur? Tidak perlu berkumur, cukup dilap dengan waslap hangat dan air hangat,” ujarnya.
Perawatan gigi secara teratur, lanjut Tan Shot Yen, membuat anak tidak pilih-pilih tumbuh gigi, karena tidak terjadi infeksi karena rongga mulut dirawat dengan baik sejak dini.