Renungan Harian Katolik September 2023

Bertold Ananda, Jurnalis
Selasa 26 September 2023 15:31 WIB
Ilustrasi renungan harian Katolik (Foto:AFP)
Share :

2. Renungan Kedua Harian Katolik

Cara berpikir Allah amat berbeda dengan logika manusia. Bacaan Pertama menyatakan hal tersebut dengan jelas: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalan-Ku, demikianlah firman TUHAN” (Yes. 55:8). Misalnya, kadang kita memikirkan kerahiman Allah itu sama dengan sistem keadilan manusia. Adalah sesuatu yang logis dan adil jika orang dibayar sesuai pekerjaan yang dilakukannya. Sudah selayaknya jika orang bersalah dihukum.

Pemikiran kita ini sama sekali bertentangan dengan perumpamaan Yesus dalam Injil hari ini. Para pekerja menerima upah yang sama terlepas dari banyak atau sedikitnya waktu kerja mereka. Kita percaya bahwa Tuhan adalah Bapa Yang Maharahim. Kerahiman Bapa itu sungguh nyata ketika la menginginkan semua anak-Nya dapat selamat. Tuhan mengupayakan segala macam cara supaya semua anak-Nya bertobat dan selamat masuk surga.

Kita sulit memahami ini jika kita lebih memikirkan keistimewaan-keistimewaan kita daripada keselamatan semua orang. Tidak jarang kita berpikir lebih istimewa daripada orang lain di hadapan Tuhan, padahal kita sama-sama orang yang patut dikasihani. Sebagaimana Paulus mengatakan dalam Bacaan Kedua: “Hendaklah hidupmu berpadanan dengan Injil Kristus” (Flp. 1:27), kita perlu menunjukkan kerahiman Tuhan kepada sesama. Jika kita sudah diampuni, sepatutnyalah kita mengampuni yang lain.

Bapa, tuntunlah para hakim di negara kami supaya mereka mengadili dengan adil. Amin.

3. Renungan Ketiga Harian Katolik

Saudara-saudari yang terkasih dalam Yesus Kristus, Pada Renungan Harian Rabu 6 September 2023 dalam Bacaan Injil hari ini, tampak dari karya karya-Nya. Ia menyembuhkan mertua Simon yang sakit demam.

Ketika malam pun, Ia terus berkarya, orang sakit disembuhkan, orang yang kerasukan setan dibebaskan dari belenggu setan.

Karya karya Yesus ini adalah wujud nyata dari misinya, yakni mewartakan dan mewujudkan kabar baik.

Misi Yesus tidak hanya berhenti dan selesai pada zaman Yesus. Misi mewartakan injil atau kabar baik mesti diteruskan oleh Gereja di zaman ini.

Gereja adalah kita. Maka apa yang menjadi misi Yesus juga menjadi misi kita. Kita harus mewartakan kabar baik kepada siapa pun dan dimana pun. “Juga di kota kota lain Aku harus mewartakan Injil Allah, sebab untuk itulah Aku diutus.”

Mulailah mewartakan kabar baik dalam diri kita sendiri. Dalam otak dan hati kita sendiri selalu berpikir positif.

Mulailah mewartakan kabar baik di tengah tengah komunitas atau keluarga kita; tidak gampang mengadili anggota komunitas atau anggota keluarga kita.

Maka kepenuhan diri dengan kasih akan membawa dampak bagi orang orang yang ada di sekitar kita.

Katakan kepada anggota keluarga kita “aku mengasihimu”.

Mari kita mulai mewartakan kabar baik lewat hal hal yang kecil. Jadikan diri kita Injil yang hidup bagi sesama kita.

Doa Penutup

Allah Bapa yang Mahakudus, dunia Kaukehendaki bersatu dalam diri Yesus, Adam baru. Kami mohon diberi semangat-Nya, agar selalu menghormati dan mengakui nama-Mu yang kudus.

Sebab Dialah Tuhan, Pengantara kami, yang bersama Dikau, dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa kini dan sepan-jang masa. Amin. 

4. Renungan Keempat Harian Katolik

Bacaan I: Ezr. 1:1-6; Mazmur: 26:1-6; R:3a; PEKAN BIASA XXV (H);

Sekali peristiwa, Yesus bersabda kepada murid-murid-Nya, “Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan atau menempatkannya di bawah tempat tidur; tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah dapat melihat cahayanya. Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan. Karena itu, perhatikanlah cara kalian mendengar. Karena barang siapa sudah punya akan diberi, tetapi barang siapa tidak punya, apa pun yang dianggap ada padanya, akan diambil.” 

5. Renungan Kelima Harian Katolik

Bacaan Injil Lukas 5:1-11

Pada suatu ketika, Yesus berdiri di pantai Danau Genesaret. Orang banyak mengerumuni Dia hendak mendengarkan sabda Allah. Yesus melihat dua buah perahu di tepi pantai. Nelayan-nelayannya telah turun dan sedang membasuh jalanya. la naik ke dalam salah satu perahu itu, yaitu perahu Simon, dan menyuruh dia supaya menolakkan perahu itu sedikit jauh dari pantai. Lalu Yesus duduk dan mengajar orang banyak dari atas perahu. Selesai berbicara Ia berkata kepada Simon, “Bertolaklah ke tempat yang dalam dan tebarkanlah jalamu untuk menangkap ikan.”

Simon menjawab, “Guru, telah sepanjang malam kami bekerja keras dan kami tidak menangkap apa-apa. Tetapi atas perintah-Mu, aku akan menebarkan jala juga.” Dan setelah mereka melakukannya, mereka menangkap ikan dalam jumlah besar, sehingga jala mereka mulai koyak. Lalu mereka memberi isyarat kepada teman-temannya di perahu yang lain, supaya mereka datang membantu. Maka mereka itu datang, lalu mengisi kedua perahu itu dengan ikan hingga hampir tenggelam. Melihat hal itu Simon tersungkur di depan Yesus dan berkata, “Tuhan, tinggalkanlah aku, karena aku ini seorang berdosa.”

Sebab Simon dan teman-temannya takjub karena banyaknya ikan yang mereka tangkap. Demikian juga Yakobus dan Yohanes, anak-anak Zebedeus, yang menjadi teman Simon. Yesus lalu berkata kepada Simon, “Jangan takut. Mulai sekarang engkau akan menjala manusia.” Dan sesudah menghela perahu-perahunya ke darat, mereka lalu meninggalkan segala sesuatu, dan mengikuti Yesus.

RENUNGAN

Hal sederhana yang dapat kita lakukan adalah memulai rencana dan pekerjaan kita dengan doa singkat, bahkan dengan tanda salib pun bisa, dan mengakhirinya dengan doa singkat pula. Untuk lebih serius, kita dapat memulai hari kita dengan membaca perikop Injil, memilih ayat yang berkesan, merenungkan kehendak Tuhan bagi kita hari ini dan memohon bimbingan Tuhan sepanjang harí. Malam hari sebelum tidur, kita meluangkan waktu tiga menit untuk memeriksa batin: apa yang perlu kita syukuri dan sesali. Kita mohon ampun kepada Tuhan atas kelalaian kita dan bersyukur atas penyertaan-Nya hari ini. Dengan demikian, dari hari ke hari kita melihat hidup ini semakin baik dan memuaskan.

(Hafid Fuad)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya