5 Jenis Rambut Rontok yang Perlu Diwaspadai, Jangan Anggap Sepele

Chindy Aprilia, Jurnalis
Rabu 06 September 2023 15:30 WIB
Jenis rambut rontok yang perlu diwaspadai, (Foto: User18526052/Freepik)
Share :

MASALAH rambut rontok rasanya tidak pernah lepas dari kehidupan sehari-hari dari banyak orang. Baik pria atau wanita, remaja, muda, dewasa hingga pruh baya. Pada beberapa kasus kejadian kerontokan rambut yang sering kali dialami, bisa membuat penipisan rambut atau kebotakan, baik bersifat sementara atau pun permanen.

Dikutip dari laman resmi Kementerian Kesehatan, penyebab kerontokan rambut itu sendiri bisa diakibatkan beberapa kondisi seperti pemakaian produk cat rambut, kebiasaan terlalu sering keramas, styling rambut, atau mengikat rambut, hingga faktor seperti perubahan hormon pada wanita saat setelah melahirkan atau menopause.

Namun, tahukah Anda bahwa ternyata rambut rontok terbagi menjadi beberapa macam? Mengutip penjelasan dr. Clarin Hayes di akun TikTok pribadinya, @clahayes, Rabu (6/9/2023) ada lima jenis rambut rontok yang ternyata harus diwaspadai, berikut penjelasannya di bawah ini.

1. Androgenic Alopecia: Kerontokan rambut yang bersifat keturunan atau genetik, dan terkait dengan Hormon Androgen. Semakin tinggi kadar hormon androgen di tubuh, akan terjadi miniaturisasi folikel rambut. Akhirnya rambut jadi tumbuh kecil-kecil.

2. Alopecia Areata: Rontoknya rambut dalam jumlah banyak dan cepat, terjadi di area-area tertentu kulit kepala. Penampakannya seperti patch, terjadi karena penyakit autoimun yang menyerang folikel rambut.

3. Tinea capitis: Ini adalah infeksi jamur dermatofita di batang dan folikel rambut, kadang disertai kulit bersisik. Salah satu ciri khasnya yaitu ada central healing, lesi berbentuk bulat-bulat yang pinggirnya kemerahan dan tengahnya itu keputihan.

4. Trichotillomania: Alias hair pulling disorder yaitu kebiasaan mencabut rambut menarik rambut hingga patah. Pada beberapa orang kebiasaan ini agar merasa nyaman, ini termasuk gangguan perilaku yang pada di DSM V tergolong obsesif, compulsive and related disorder.

“Kalau rambut ditarikin terus ya akhirnya bisa jadi kebotakan, dan untuk treatmentnya juga harus dengan terapi perilaku oleh dokter psikiatri,” ujar dr. Clarin.

5. Trichorrhexis Nodosa: Rambut yang patah akibat trauma karena rapuh, sering distyling, hair drying. Patahnya rambut itu akan kelihatan seperti titik-titik putih nih pada ujung rambut. Jika kondisi tersebut dibiarkan terus menerus, tentunya tidak akan baik untuk kesehatan rambut.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya