"Dan yang perlu diperhatikan juga kadar gizi di dalamnya. Jadi biasanya kan rata-rata minyak, aku cari pilihan yang lebih sehat dan pastinya bikin masakan lebih lezat," lanjut Nicky.
Pria kelahiran 1983 itu juga sempat menjelaskan sedikit mengenai lemak trans. Ternyata, tak semua margarin bebas dari jenis lemak berbahaya tersebut.
"Lemak trans itu adalah lemak yang terbentuk pada proses pembuatan margarin pada umumnya. Biasanya saat membuat margarin itu pakai teknik hidrogenisasi yang akhirnya membuat margarin itu mengandung lemak trans," jelasnya.
(Video: MPI/ Melati)
Sebagai tambahan, lemak trans mampu menurunkan kadar kolestrol baik dalam tubuh (HDL) dan malah meningkatkan kadar kolestrol jahat dalam tubuh (LDL). Lemak ini bisa memicu berbagai risiko penyakit seperti penyakit jantung, pembuluh darah hingga kanker payudara.
Tak heran, Nicky ogah ambil resiko dan memilih margarin yang tak membawa dampak buruk bagi tubuh. Apalagi, selain memasak, Nicky juga fokus pada kesehatan serta gemas berolahraga.
"Kalau masakan tumis, rata-rata memang pakai margarin. Pastinya (aku) yang bebas lemak trans, karena concern untuk rasa dan kesehatan juga," tutup Nicky singkat.
(Rizky Pradita Ananda)