Angka 4 bisa diucapkan sebagai 'shi' atau 'yon' dengan bacaan China atau Jepang. Oleh karenanya, angka 4 mengingatkan orang akan kematian dengan pengucapan yang sama seperti bacaan di China.
Banyak gedung di Jepang menghindari penggunaan angka 4 dalam nomor lantai atau nomor kamar karena dianggap membawa kesialan.
Sebaliknya, angka 4 sering digantikan dengan 'yon' atau 'shi' yang dinyatakan secara alternatif. Misalnya, nomor 42 bisa diucapkan 'yonjuni'.
Konsep ini juga turut memengaruhi dunia bisnis, di mana beberapa perusahaan menghindari mengunakan angka 4 dalam penamaan produk atau layanan untuk menghindari asosiasi kematian dengan kata lain bangkrut.
Meskipun modernisasi dan globalisasi telah memengaruhi budaya Jepang, penghormatan terhadap tradisi dan kepercayaan tetap kuat.
Penghindaran terhadap angka 4 mungkin tampak aneh bagi beberapa orang, tetapi itu mewakili bagian dari keberagaman budaya dan cara pandang yang membedakan Jepang.
(Rizka Diputra)