Ternyata Begini Asal Mula Kenapa Angka 4 Dihindari di Jepang

Rahel Pebrini Panjaitan, Jurnalis
Kamis 24 Agustus 2023 00:03 WIB
Nomor 4 kerap dihindari orang Jepang karena dianggap sial (Foto: Japan Based)
Share :

DALAM budaya Jepang yang penuh dengan simbolisme dan kepercayaan, terdapat beberapa angka yang sering dihindari, di antaranya ialah angka 4.

Meski kedengarannya aneh, namun bagi mereka angka ini memiliki konotasi sendiri yang sangat kuat dalam budaya Jepang.

Fenomena menghindari angka 4 di Jepang disebut 'Tetraphobia'. Orang Jepang menghindari angka 4 dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk pemilihan nomor-nomor pada kendaraan, nomor telepon, hingga nomor rumah.

Hal ini adalah contoh bagaimana budaya dan kepercayaan lokal dapat memengaruhi cara orang berpikir tentang angka dan membentuk respons mereka terhadapnya.

Di Jepang angka memiliki makna dan kekuatan simbolis. Anda yang akan berkunjung ke Jepang, dipastikan tidak menemukan tombol lift dan kamar dengan angka 4.

Tak ada tombol nomor 4 pada lift Jepang (Foto: Tofugu)

Kendati ada lantai 4, mereka menggantinya dengan variasi nomor lain yang tidak memiliki konotasi negatif seperti 3A, 3B dan sebagainya.

"Anda harus selalu menghindari memberi sesuatu (termasuk hadiah) kepada siapapun dengan jumlah 4, karena itu dapat dilihat sebagai hadiah yang sangat buruk. Tombol lift sering kali tidak terdapat lantai 4 hingga diganti dengan lantai 3A dan hal yang sama berlaku pada kamar hotel,” tulis akun instagram @gamabuntaugm.

Lantas, kenapa angka 4 begitu dihindari di Jepang? Mengutip laman Japanese Station, alasan di balik mengapa angka 4 dihindari karena ia dianggap sebagai angka sial. Kenapa sial? karena pengucapan angka 4 adalah 死 'shi' dalam karakter China, yang berarti 'kematian' dalam bahasa Jepang.

Angka 4 bisa diucapkan sebagai 'shi' atau 'yon' dengan bacaan China atau Jepang. Oleh karenanya, angka 4 mengingatkan orang akan kematian dengan pengucapan yang sama seperti bacaan di China.

Banyak gedung di Jepang menghindari penggunaan angka 4 dalam nomor lantai atau nomor kamar karena dianggap membawa kesialan.

Sebaliknya, angka 4 sering digantikan dengan 'yon' atau 'shi' yang dinyatakan secara alternatif. Misalnya, nomor 42 bisa diucapkan 'yonjuni'.

Konsep ini juga turut memengaruhi dunia bisnis, di mana beberapa perusahaan menghindari mengunakan angka 4 dalam penamaan produk atau layanan untuk menghindari asosiasi kematian dengan kata lain bangkrut.

Meskipun modernisasi dan globalisasi telah memengaruhi budaya Jepang, penghormatan terhadap tradisi dan kepercayaan tetap kuat.

Penghindaran terhadap angka 4 mungkin tampak aneh bagi beberapa orang, tetapi itu mewakili bagian dari keberagaman budaya dan cara pandang yang membedakan Jepang.

(Rizka Diputra)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya