DALAM budaya Jepang yang penuh dengan simbolisme dan kepercayaan, terdapat beberapa angka yang sering dihindari, di antaranya ialah angka 4.
Meski kedengarannya aneh, namun bagi mereka angka ini memiliki konotasi sendiri yang sangat kuat dalam budaya Jepang.
Fenomena menghindari angka 4 di Jepang disebut 'Tetraphobia'. Orang Jepang menghindari angka 4 dalam berbagai aspek kehidupan mereka, termasuk pemilihan nomor-nomor pada kendaraan, nomor telepon, hingga nomor rumah.
Hal ini adalah contoh bagaimana budaya dan kepercayaan lokal dapat memengaruhi cara orang berpikir tentang angka dan membentuk respons mereka terhadapnya.
Di Jepang angka memiliki makna dan kekuatan simbolis. Anda yang akan berkunjung ke Jepang, dipastikan tidak menemukan tombol lift dan kamar dengan angka 4.
Tak ada tombol nomor 4 pada lift Jepang (Foto: Tofugu)
Kendati ada lantai 4, mereka menggantinya dengan variasi nomor lain yang tidak memiliki konotasi negatif seperti 3A, 3B dan sebagainya.
"Anda harus selalu menghindari memberi sesuatu (termasuk hadiah) kepada siapapun dengan jumlah 4, karena itu dapat dilihat sebagai hadiah yang sangat buruk. Tombol lift sering kali tidak terdapat lantai 4 hingga diganti dengan lantai 3A dan hal yang sama berlaku pada kamar hotel,” tulis akun instagram @gamabuntaugm.
Lantas, kenapa angka 4 begitu dihindari di Jepang? Mengutip laman Japanese Station, alasan di balik mengapa angka 4 dihindari karena ia dianggap sebagai angka sial. Kenapa sial? karena pengucapan angka 4 adalah 死 'shi' dalam karakter China, yang berarti 'kematian' dalam bahasa Jepang.