Skrining Diabetes Terus Digencarkan hingga ke Daerah Terpencil, Apa Tujuannya?

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Rabu 23 Agustus 2023 06:36 WIB
Skrining diabetes (Foto: Medical news today)
Share :

Hasil dari proyek

Dijelaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat dr Vini Adiani Dewi, dari program Affordability Project periode September 2022 hingga Juni 2023, didapat data bahwa 118.521 individu berhasil mendapatkan skrining diabetes.

"Dari data itu, didapatkan bahwa 5% menderita diabetes. Ini mencerminkan prevalensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Data Riskesdas Tahun 2018," kata dr Vini.

Selain itu, lewat projek tersebut didapatkan data pemeriksaan HbA1c dan menjangkau sebanyak 2.744 pasien dengan rerata HbA1c 9,3 persen, yang mana ini semakin menguatkan kebutuhan akan pelayanan diabetes yang komprehensif dan berkesinambungan.

Secara nasional, prevalensi diabetes di Indonesia terus meningkat dari 10,7 juta jiwa (2019) menjadi 19,5 juta (2021), membawa RI ke peringkat kelima di dunia prevalensi pasien diabetes terbanyak.

Sedihnya, menurut laporan BPJS 2020 bahwa hanya 2 juta jiwa yang telah terdiagnosa dan mendapatkan penanganan melalui jaminan kesehatan nasional (JKN), dan hanya 1,2 persen kasus diabetes yang dapat mengontrol kadar gulanya dengan baik untuk menghindari komplikasi.

"Projek ini cukup berhasil mencapai tonggak pencapaian baru dan secara signifikan meningkatkan akses bagi populasi rentan di daerah terpencil dan sangat terpencil di Jawa Barat," kata Vice President and General Manager Novo Nordisk Indonesia, Sreerekha Sreenivasan.

Ia menambahkan, dalam proyek ini turut dilibatkan 100 tenaga kesehatan profesional dan hampir 1.000 relawan kesehatan. Ini agar memastikan skrining, edukasi, dan penanganan diabetes di daerah terpencil dan sangat terpencil berjalan dengan baik.

(Dyah Ratna Meta Novia)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya