Seperti dilaporkan oleh Live Science, bubuk kafein bisa berbahaya karena jauh lebih kuat daripada minuman yang mengandung kafein seperti kopi. Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) tersebut mencatat bahwa mungkin sulit bagi konsumen untuk secara akurat mengukur dosis bubuk kafein yang aman.
Sebagai contoh, untuk mengukur 50 mg bubuk menggunakan sendok takar seperempat sendok teh, konsumen hanya perlu mengisi 6% dari sendok tersebut. "Perbedaan antara jumlah yang aman dan dosis toksik kafein dalam produk bubuk murni ini sangat kecil," kata FDA.
Dalam kasus Mansfield, perusahaan yang menjual produk kafein bubuk tidak menyertakan sendok untuk mengukur pada saat kematian Mansfield, tetapi merek tersebut sekarang menyertakan sendok. Sudut pandang tersebut mengatakan bahwa jika sendok tersebut tersedia pada saat itu, Mansfield kemungkinan masih hidup.
(Martin Bagya Kertiyasa)