5. Antibiotik
Penyakit pneumonia dan infeksi saluran kemih (ISK) kerap disarankan mengonsumsi obag antibiotik fluoroquinolones. Namun, obat ini ternyata telah terbukti menyebabkan gula darah meningkat.
Studi ini bahkan ditemukan pada penelitian yang terbit Oktober 2013 di jurnal Clinical Infectious Diseases. Selain itu, pentamin yaitu obat antimikroba yang digunakan untuk mengobati jenis pneumonia tertentu juga dapat menyebabkan kenaikan gula darah.
6. Dekongestan
Dekongestan biasa digunakan sebagaiobat pilek atau flu. Dekongestan memiliki beberapa jenis, termasuk sudafed (pseudoefedrin) dan fenilefrin yang justru dapat meningkatkan kadar gula darah.
Penggunaan dekongestan sebaiknya dikonsultasikan ke dokter meskipun pemakaiannya jangka pendek agar lebih aman.
7. Beta Blocker
Biasanya, Beta Blocker kerap digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan mengobati kondisi tertentu. Salah satunya, detak jantung tidak teratur atau kecemasan. Sayangnya, obat ini juga dapat menaikkan kadar gula darah.
Tak hanya itu, obat ini juga memicu efek samping umum yang akan muncul, seperti sakit kepala, mual, muntah, dan jantung berdebar-debar. Beta-blocker masih bisa digunakan penderita diabetes tipe 2. Namun, jika tidak bisa, dokter akan meresepkan obat lainnya.
(Helmi Ade Saputra)