Itang menuturkan, motif garis-garis atau stripes inilah yang menjadi daya tarik tersendiri ketika diperkenalkan ke kancag mancanegara. Bahkan, menurutnya kain di beberapa negara seperti Peru dan Meksiko serupa dengan Tenun Pringgasela ini. Sehingga kainnya mudah untuk dibuat menjadi sebuah busana dengan beragam outfit.
“Saya melihat Tenun Pringgasela ini lebih kepada sesuatu yang bisa dibawa ke internasional karena terlihat dari bentuknya stripe, mirip dengan Tenun dari Peru dan Meksiko. Jadi lebih gampang untuk diangkat dan dikembangkan menjadi busana ready to wear," jelas Itang.
(Foto: MPI/ Nurul Amanah)
Melalui koleksinya ini pula, Itang Yunasz ingin merepresentasikan sebuah busana yang ramah lingkungan dengan pewarna alam yang sustainable sesuai dengan semangat dari desainer yang juga turut menyampaikan pedan untuk selalu cinta terhadap lingkungan sekitar.