Heboh Aspri Sendirian Bawa Barang Selebgram, Benarkah Orang Kaya Tak Punya Empati?

Kevi Laras, Jurnalis
Kamis 08 Juni 2023 10:30 WIB
Benarkah orang kaya minim empati ke orang lain? (Foto: Freepik)
Share :

TENGAH menjadi trending topic kabar seorang selebgram yang jadi sorotan publik, diduga Tasyi Athasyia yang dinilai kurang baik memperlakukan salah satu pekerjanya, sang asisten pribadi saat jalan-jalan di mall.

Dari foto yang beredar viral di linimasa Twitter, Tasyi tampak menggandeng suami dan berjalan di depan sang asisten tanpa membawa barang apapun, semua belanjaan mulai dari tas yang kecil hingga yang ukuran besar, terlihat dibawa semua oleh sang asisten, memenuhi tubuh mungil wanita tersebut.

"Emang jadi PA (personal assistant) atau selebgram mirip-mirip porter kayak gini ya," dikutip dari akun Twitter @worksfess, Kamis (8/6/2023).

Para netizen pun ramai menilai sang selebgram tak punya empati kepada sang personal assistant.

 BACA JUGA:

"ART saja enggak tega gue suruh bawa belanjaan sebanyak itu, apalagi PA yang bukan jobdescnya," ucap @yours****

"Kasian PA-nya,” komentar sedih akun rex***

Belajar dari kejadian seperti di atas, mungkin sebagian orang jadi bertanya apakah ketika kondisi finansial seseorang sudah berlebih dan punya taraf kehidupan lebih tinggi alias kaya raya, maka bisa cenderung minim empati untuk bertindak adil dan memikirkan kebutuhan orang lain?

Menurut penelitian dari Psikolog Berkeley, Paul Piff dan Dacher Keltner, menunjukkan baha ketika orang menaiki tangga sosial, perasaan welas asih (empati) mereka terhadap orang lain menurun.

Hasil kesimpulan tersebut, didapat kedua psikolog di atas dengan melakukan banyak percobaan. Salah satunya dengan melihat perilaku pengendara sampai perasaan empati pada orang yang sedang menderita.

"Mendapati kalau pengemudi mobil mewah lebih cenderung memotong pengendara lain, daripada menunggu giliran aat mereka di persimpangan. Ini berlaku untuk pengemudi kelas atas pria dan wanita," dikutip dari Scientific American, Kamis (8/6/2023).

Kemudian, serangkaian studi terkait yang diterbitkan oleh Keltner dan rekan-rekannya tahun lalu mengamati bagaimana kelas sosial memengaruhi perasaan welas asih terhadap orang yang menderita. Dalam sebuah penelitian, ditemukan bahwa orang yang kurang makmur lebih cenderung punya perasaan belas kasih terhadap orang lain.

Lantas mengapa kekayaan dan status menurunkan perasaan welas asih seseorang kepada orang lain? Paul dan Dacher menilai, hal ini mungkin ada hubungan dengan bagaimana kekayaan dan kelimpahan material tersebut memberi kita rasa kebebasan dan kemandirian dari orang lain. Semakin sedikit kita harus bergantung pada orang lain, maka semakin sedikit kita peduli dengan perasaan mereka.

"Ini membawa diri seseorang ke arah yang lebih fokus pada dirinya sendiri. Alasan lain, juga berkaitan dengan sikap kita terhadap keserakahan," jelas Paul dan Dacher.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya