Viral Kisah Remaja Korea Korban Bully, Dipaksa Ditato hingga Dipalak

Raden Yusuf Nayamenggala, Jurnalis
Senin 15 Mei 2023 23:30 WIB
Ilustrasi korban bullying, (Foto: Freepik)
Share :

PUBLIK Korea Selatan tengah dihebohkan kisah viral remaja 16 tahun, yang diduga melakukan perundungan dengan mempaksa teman sekolahnya untuk ditato.

Bukan pada satu orang saja, kabarnya si pelaku juga memaksa dua orang teman sekolahnya yang berusia lebih muda diintimidasi selama bertahun-tahun. Kasus tindak perundungan yang meresahkan di sekolah ini pun jadi berita utama di Korea Selatan, dan memicu kemarahan di kalangan orang tua.

Departemen Kepolisian Nonhyeon Incheon pun sudah mengonfirmasi, pihak mereka saat ini sedang menyelidiki kasus tindakan intimidasi tersebut. Mengutip laporan OddityCentral, Senin (15/5/202) disebutkan bahwa korban bullying pertama mengajukan pengaduan pada bulan Maret lalu, setelah orangtuanya secara tidak sengaja menemukan tato besar warna hitam dengan gambar amatir di kaki anak mereka.

(Foto: YTN) 

Setelah sang anak ditanya, orang tua korban akhirnya mengetahui bahwa putra mereka telah ditato secara paksa oleh salah satu teman sekolah yang sudah meneror anak mereka setidaknya selama dua tahun belakangan.

Remaja laki-laki berusia 15 tahun yang tidak disebutkan namanya itu, menjelaskan kepada penyidik bahwa terdakwa pernah memanggilnya di sebuah motel di Incheon pada Oktober 2022. Kala itu, dia diserang dan kemudian ditato diluar keinginannya.

Remaja yang ketakutan tersebut mengatakan, bahwa pelaku yang menatonya sudah memukulinya dan juga mengambil uangnya selama dua tahun terakhir ini. Merasa takut, remaja tersebut terpaksa membiarkan seniornya menato tubuhnya dengan gambar ikan mas sepanjang 22 sentimeter di kakinya.

Usai kisah ini terungkap ke pers dan publik, kemudian muncul laporan serupa dari seorang, remaja 15 tahun lainnya yang juga punya cerita sama dengan mengacu pada orang yang sama, pelaku diduga sudah memaksa menato paksa juniornya tersebut pada April lalu, dengan menato dengan gambar berukuran besar di dada, bahu, dan lengan kiri di tubuh korban.

(Foto: YTN) 

Meski kasus tersebut sudah dilaporkan ke pihak yang berwajib, sayangnya intimidasi disebutkan tetap terus berlanjut, korban menerima teror hingga akhrinya menolak untuk bersekolah lagi dan harus menjalani terapi selama 6 bulan.

Remaja 16 tahun yang diduga sebagai pelaku, diketahui menyangkal tuduhan para korban, dan mengklaim bahwa tato tersebut bukanlah paksaan karena korban sudah menyetujui tato tersebut.

Namun, akhirnya remaja 16 tahun tersebut kini tengah menghadapi kasus hukum dengan tuduhan pemaksaan dan pelanggaran undang-undang medis Korea Selatan.

(Rizky Pradita Ananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya