CAIRAN oralit dikenal sebagian besar masyarakat awam sebagai salah satu solusi mudah untuk mengatasi dehidrasi, karena diyakini mampu mengembalikan cairan tubuh yang hilang.
Nah, mengingat suhu panas ekstrim belakangan ini membuat banyak orang rentan mengalami dehidrasi karena memicu keringat terus keluar. Apakah ini artinya, kita perlu mengonsumsi cairan oralit untuk mengatasi dehidrasi?
Apalagi, cairan oralit bisa dibuat sendiri dengan mudah hanya memakai air putih, gula dan elektrolit (garam). Mengutip Healthline, selain air, oralit diketahui mengandung glukosa dan elektrolit dalam jumlah tertentu dan elektrolitnya adalah kalium dan natrium.
Jangan salah kaprah dulu! Dijabarkan Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH seorang Dokter Penyakit Dalam subspesialis Konsultan Gastroenterologi dan Hepatologi, justru tidak dianjurkan untuk minum cairan oralit. Sebab, cairan khusus seperti ini diutamakan sebagai penanganan dehidrasi di kondisi tertentu yang lebih berat, misalnya karena muntah dan diare. Bukan dehidrasi karena banyak berkeringat sebagai efek suhu panas.
"Ya sekali lagi, kalau oralit itu mengandung dua komposisi gula dan garam, untuk mengatasi dehidrasi saat kita mengalami muntah dan diare. Oralit untuk lebih pasien-pasien alami muntah dan diare karena komponen yang keluar sesuai dengan oralit," jelas Prof Ari, saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (26/4/2023).