2. Terlalu diserap: Bisa menghambat, tapi di satu sisi keberadaan makanan di perut juga bisa meningkatkan penyerapan obat tertentu. Makanya bisa menyebabkan obat diserap lebih banyak dalam tubuh, nah ini akhirnya bisa meningkatkan risiko timbulnya efek samping obat atau efek toksik obat.
3. Turunkan efektivitas: Efek ini timbul karena adanya makanan bisa mengurangi penyerapan obat dalam tubuh.
4. Interaksi dengan senyawa: Penyebab lainnya, senyawa tertentu yang ada di makanan bisa beinteraksi dengan obat-obatan tertentu. Contohnya, antibiotika tetrasiklin. Tetrasiklin bisa berikatan dengan senyawa kalsium membentuk senyawa yang tidak dapat diserap oleh tubuh.
Begitu juga dengan obat antibiotika golongan kuinolon, misalnya siprofloksasin, ofloksasin, yang bisa mengikat logam-logam bervalensi 2 atau 3 seperti kalsium, magnesium, dan aluminium.
(Rizky Pradita Ananda)