SELAMA ini banyak pasien kanker payudara tertutup dengan penyakitnya. Pasien kadang tidak mau cerita ke keluarganya sendiri, bahkan ke suami atau anak kandungnya.
Ada banyak alasan, salah satunya tidak mau merepoti orang lain. Atau juga karena belum bisa terima penyakit kanker payudara yang ada di tubuhnya, sehingga merasa buat apa diceritakan ke keluarga.
Padahal, sikap seperti ini akan sangat merugikan pasien kanker payudara. Ya, support keluarga dan orang terdekat menjadi kekuatan lain yang semestinya didapatkan pasien dan kalau memilih tertutup, gimana bisa dapat support tersebut.
Sikap tertutup yang banyak dilakukan pasien kanker payudara, kata Dokter Adityawati G. M.Biomed dari MRCCC Siloams Hospitals Semanggi, memang 'normal' terjadi. Ini karena secara psikologis, pasien mengalami beberapa tahap hingga akhirnya menerima kondisi penyakitnya.
"Jadi, pada banyak kasus yang saya jumpai, pasien kanker payudara itu awalnya mengalami fase denial. Ya, mereka tidak terima dengan hasil tes bahwa dia punya kanker payudara," kata dr Dita saat ditemui langsung di MRCCC Siloams Hospitals.
Setelah denial, pasien kanker payudara biasanya akan mengalami tahap 'anger' atau marah. Mereka mempertanyakan kenapa bisa ada penyakit itu di tubuh padahal sudah hidup baik.
Kemudian, tahap berikutnya yang dialami adalah 'bargaining' atau tawar menawar. "Di fase ini, penderita kanker sudah mulai menerima penyakit, tapi gak mau dioperasi atau perawatan medis lainnya karena tahu akan banyak waktu harus diberikan," paparnya.