Sempat Viral karena Pria India, Ini Lho Alasan Kenapa Wajo Dijuluki Kota Sutera

Novie Fauziah, Jurnalis
Sabtu 04 Maret 2023 18:01 WIB
Kain Sutera khas Wajo, Sulawesi Selatan (Foto: Instagram/@sutera_bs)
Share :

WAJO merupakan sebuah kabupaten yang terletak di Sulawesi Selatan (Sulsel). Namun tahukah Anda, kalau wilayah ini mendapatkan julukan sebagai Kota Sutera? Lantas mengapa disebut demikian, apakah daerah tersebut adalah penghasil sutera di Indonesia.

Dihimpun dari laman Pemprov Sulsel, ibu kota kabupaten ini terletak di Sengkang dan penduduknya adalah berasal dari Suku Bugis. Di mana sejak dulu, suku tersebut terkenal dengan kerajinan tenun suteranya yang cantik.

Adanya budaya menenun kain sutera ini konon sudah dilakukan sudah sejak 1400-an, serta menjadi kebanggaan bagi Suku Bugis itu sendiri. Kain yang ditenun oleh masyarakat Wajo ini dinamakan Sengkang, karena menyesuaikan dari daerah asalnya.

Oleh karena itu, Wajo hingga kini dijuluki sebagai Kota Sutera. Bahkan karena kecantikannya, kain tenun tersebut bisa sampai terkenal ke luar negeri lho. Menjadi daya tarik dan menambah promosi kekayaan kain tradisional dari Indonesia.

BACA JUGA:7 Tempat Wisata di Wajo, Daerah Berjuluk Kota Sutera Kampung Syarifah Haerunnisa Pujaan Asib Ali

Sengkang yang terletak di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan diketahui sebagai penghasil sutera terbesar di provinsi tersebut. Hampir seluruh wilayah pada Kabupaten Wajo terdapat petani ulat sutera, hingga perajin tenun sutera.

Terdapat salah satu desa yang disebut Desa Pakanna, yang mana dijuluki sebagai kampung penenun. Produktivitas sutra tersebut, memicu pengembangan produksi kain tenun Sengkang yang dikenal sebagai kain sutra motif warisan nusantara dari Sulawesi Selatan.

Kemudian, terdapat sejumlah motif yang telah dikenal seperti Sirsak Coppobola, Ballo Makalu, Ballo Renni, Cabosi dan Lagosi serta motif nusantara lainnya.

Dalam bahasa lokal (Bugis), Sutera disebut 'sabbe' yang merupakan hasil kerajinan tenun dan menjadi kebanggaan suku Bugis.

Masyarakat masih menggunakannya sebagai pakaian adat mengingat kain tenun Sengkang. Selain memiliki nilai tradisi dan budaya adat yang digunakan dalam upacara adat, kain tenun tersebut juga digunakan sebagai hadiah dan sebagai simbol yang dianggap suci.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya