Ada gejala putus cinta yang sehat dan tidak sehat. Mengetahui perbedaan antara gejala-gejala ini dapat membantu Anda menentukan apakah Anda mengalami depresi.
Berikut beberapa gejala patah hati yang sehat :
- Kemarahan dan frustrasi
- Menangis dan sedih
- Takut
- Insomnia
- Kehilangan minat dalam aktivitas
Gejala-gejala tersebut memang merepotkan. Namun, jika Anda mengalami reaksi normal terhadap putus cinta, keadaan emosi Anda akan meningkat sedikit demi sedikit saat Anda menyesuaikan diri dengan kehidupan tanpa pasangan. Jumlah waktu yang dibutuhkan untuk sembuh dari patah hari pun berbeda-beda pada setiap orang.
Meskipun merasakan kesedihan dan rasa sakit setelah patah hati adalah hal yang wajar, Anda harus berkonsultasi dengan dokter jika gejala Anda tidak membaik setelah beberapa minggu, atau jika gejala tersebut memburuk.
Anda dapat didiagnosis dengan gejala depresi alias patah hati tidak sehat, jika Anda mengalami setidaknya lima dari sembilan gejala berikut selama setidaknya dua minggu :
- Merasa sedih, kosong, atau putus asa hampir sepanjang hari hampir setiap hari
- Kehilangan minat pada aktivitas yang pernah Anda nikmati
- Penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan, atau peningkatan nafsu makan dan penambahan berat badan
- Tidur terlalu sedikit atau terlalu banyak
- Peningkatan gerakan seperti mondar-mandir atau meremas-remas tangan, atau memiliki ucapan dan gerakan yang jauh lebih lambat
- Merasa seolah-olah Anda tidak memiliki energi untuk sebagian besar hari
- Merasa tidak berharga
- Kesulitan berkonsentrasi atau membuat keputusan
- Pikiran tentang kematian, juga disebut ide bunuh diri.
Depresi dapat terjadi pada siapa saja setelah putus cinta, tetapi beberapa orang memiliki risiko yang lebih besar. Penyebab depresi bervariasi, tetapi Anda mungkin mengalami perasaan ini jika Anda memiliki riwayat depresi pribadi atau gangguan suasana hati lainnya.
Faktor lain yang dapat menyebabkan depresi setelah putus cinta atau patah hati adalah perubahan hormonal atau mengalami perubahan besar lain dalam hidup Anda secara bersamaan, seperti kehilangan pekerjaan atau kehilangan orang yang Anda cintai.
(Martin Bagya Kertiyasa)