Lantas, apa itu Bali Belly yakni sebuah istilah yang digunakan untuk menggambarkan gejala sakit gangguan pencernaan yang ditandai dengan diare dan muntah-muntah.
Bali Belly sendiri disebabkan karena makanan dan minuman yang dikonsumsi telah terkontaminasi oleh virus-virus jahat. Dilansir dari berbagai sumber kondisi ini biasanya disebabkan oleh Rotavirus dan Norovirus. Selain itu, E.coli, Salmonella, hingga Campylobacter, juga memiliki peran tersendiri untuk menghadirkan Bali Belly di kalangan para wisatawan.
Bally Belly sendiri memiliki beberapa gejala, seperti kram, mual, muntah, kembung, dan diare. Tak hannya itu saja, wisatawan yang terjangkit Bali Belly mungkin akan merasakan demam, kelelahan, pusinng, dan dehidrasi.
Meski demikian, melansir dari BIMC Hospital sekitar 90% penderita Bali Belly akan sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan khusus setidaknya dalam waktu satu minggu.
Namun, jika Bali Belly mengalami komplikasi sebaiknya segera cek ke dokter untuk penanganan yang lebih baik.
Demikian pembahasan mengenai apa itu Bali Belly yang kini tengah viral di tengah wisatawan Pulau Bali.
(RIN)
(Rani Hardjanti)