Melansir dari Live Sciense, gigi berlubang juga dikenal sebagai karies, kata Latin untuk "pembusukan". Kondisi ini terbentuk ketika bakteri yang hidup di mulut mencerna sisa-sisa karbohidrat yang tertinggal di gigi setelah makan.
Kotoran seperti itu mungkin termasuk gula halus yang ditemukan dalam kue, permen, dan camilan lainnya, tetapi juga bisa berasal dari makanan sehat seperti biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan.
Saat mencerna karbohidrat ini, bakteri di mulut menghasilkan asam yang bergabung dengan air liur untuk membentuk zat jahat yang disebut juga dengan plak.
Plak yang mulai menumpuk dapat mengikis enamel luar gigi yang keras, mengakibatkan lubang kecil di permukaan gigi. Lubang-lubang ini menandai tahap pertama pembentukan rongga.
Asam dan bakteri dalam plak juga dapat memakan lapisan lain gigi dari lapisan gigi yang lebih lembut di bawah enamel, yang dikenal sebagai dentin, hingga lapisan ketiga (pulpa), yang berisi pembuluh darah gigi, dan saraf. Rongga yang memengaruhi pulpa gigi, serta tulang penyangga gigi, dapat menyebabkan sakit gigi yang parah, sensitif, nyeri saat makan, dan abses di mulut.