Namun setelah Hwang diperiksa dan menjalani lebih banyak tes, ahli bedah toraks menyimpulkan bahwa patah tulang yang dialami gadis itu saat batuk-batuk disebabkan oleh ototnya yang lemah.
“Tulang rusuknya bisa terlihat jelas di bawah kulit pasien. Tidak ada otot untuk menopang tulang, jadi tulang rusuknya mudah patah saat batuk, ” bunyi keterangan lapor dokter.
Dokter menyebutkan, Hwang harus melakukan sesuatu untuk meningkatkan kesehatan tubuhnya. Jika tidak, gadis tersebut kemungkinan akan menderita patah tulang yang sama di masa depan.
Hwang sendiri mengaku memang punya tubuh bagian atas yang sangat kurus. Kini, dia perlu istirahat dan menggunakan korset medis khusus melilit tubuhnya setidaknya selama satu bulan penuh. Setelah itu, ia berencana untuk menambah berat badan dan meningkatkan massa ototnya.
BACA JUGA:Apa Perbedaan Batuk Perokok dengan Batuk Lainnya?
BACA JUGA:Batuk Tak Kunjung Sembuh Disertai Lendir, Waspada Penyakit Paru Obstruktif Kronis
(Rizky Pradita Ananda)