SEBANYAK 14 kasus dari gagal ginjal akut (GGA) di Indonesia masih dalam perawatan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Kementerian kesehatan menyampaikan bahwa kasus didominasi oleh anak-anak sekitar usia 1-5 tahun.
Juru Bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril mengatakan, dari ke-14 pasien tersebut, dilaporkan tidak memiliki penyakit penyerta (komorbid), melainkan murni sakit GGA yang disebabkan oleh toksikasi dari EG dan DEG pada sirop/obat.
"Jadi tidak ada komorbid atau penyakit penyerta karena ini masih anak-anak semua ya," kata Juru Bicara Kemenkes dr Syahril dalam Konferensi Pers Update Gagal Ginjal Akut di Indonesia ditayangkan di YouTube Kemenkes, Rabu (16/11/2022).
Lebih lanjut dikatakan dari ke-14 kasus ini, semua tingkat keparahan pada level stadium 3. Sehingga masih dilakukan perawatan dengan pemberian obat penawar Fomepizole.
BACA JUGA:Masih Ada 14 Pasien Gagal Ginjal Akut di RSCM, Kemenkes: Semua Stadium 3
dr Syahril menambahkan, ke-14 pasien ini dipastikan mengalami kerusakan ginjal, dan harus dirawat intensif di RSCM. "Sebenarnya tidak ada komorbid yang lain karena masih anak-anak, mereka masih di PICU ya dirawat intensif," jelasnya.