Batu menyerupai orang duduk tahiyat
Di dalam Gua Tapparang, tepatnya di sisi kanan liang tersebut terdapat sebuah batu yang menyerupai orang sedang duduk tahiyat dalam salat. Objek tersebut dibalut sarung bermotif kotak-kotak dan di bagian atasnya dibungkus kafan putih.
Terdapat sebuah bekas pembakaran kemenyan, tempurung kelapa, arang bekas pakai dan sesajen berisi beras ketan hitam dan sebuah telur yang dialas menggunakan daun pisang. Selain wisata, beberapa pengunjung juga mempercayai jika dengan mengikat tali pada sebuah pohon besar di mulut gua tersebut hajatnya bisa cepat terwujud.
(Foto: Muh. Rusli/MNC Portal)
Tokoh masyarakat setempat, Muallim menjelaskan, nama Tapparang sendiri berarti danau atau telaga. Gua itu memang dikenal keramat sejak dahulu. Masyarakat setempat kerap mendengar suara aneh pada malam Jumat. "Seperti ada suara-suara pukulan gong," kata Muallim.
Selain itu, masyarakat juga kerap mendengar suara seperti aktivitas menumbuk padi hingga musik tarian melulo. Meski tak ada permukiman di sana, suara manusia bersahutan bisa terdengar jelas di telinga. "Tapi itu dulu," imbuhnya.
Di punggung bukit lanjut Muallim, terdapat 2 gua selain Tapparang. Hanya saja, keberadaannya konon hanya bisa dijumpai oleh orang-orang yang kebetulan tersesat atau kesasar di sana.