Seiring dengan hasil analisis metagenomic yang belum rampung, Kemenkes tetap melakukan upaya lanjutan untuk segera menemukan penyebab penyakit. Seperti, dengan memastikan bahwa tata laksana di rumah sakit harus komprehensif untuk mengerucutkan masalah hingga diketahui penyebabnya.
Sehingga, saat anak datang ke rumah sakit dengan kondisi sudah mengalami air seni yang sedikit atau tidak buang air kecil sama sekali, maka pasien akan menjalani pemeriksaan fungsi ginjal (ureum, kreatinin).
Kemudian, apabila hasil fungsi ginjal menunjukkan adanya peningkatan, dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, evaluasi kemungkinan etiologi dan komplikasinya.
Selain itu, dilakukan juga monitoring kondisi pasien meliputi volume balans cairan dan diuresis selama perawatan, kesadaran, napas Kusmaull, tekanan darah, serta pemeriksaan kreatinin serial per 12 jam.
Yanti melanjutkan, pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas dialisis anak bila didapatkan kriteria AKI mulai stadium 1 sesuai Kidney Disease Improving Global Outcomes (KDIGO).