Gejala panas dingin pada umumnya berupa:
-Tubuh menggigil atau bergetar.
-Gigi bergemeletuk atau saling bertabrakan.
-Munculnya ruam pada kulit.
Terjadinya panas dingin adalah karena adanya kontraksi pada otot dan rileks secara berurutan. Gerakan-gerakan tersebutlah yang pada akhirnya membuat tubuh panas dan menyebabkan panas dingin.
Lalu, suhu di dalam tubuh dapat membantu melawan virus atau bakteri yang tengah menjangkit. Karena virus dan bakteri tidak bisa bertahan hidup di suhu lebih dari 37 derajat Celcius.
Meski demikian, panas dingin juga bisa terjadi karena beberapa faktor. Seperti:
- Adanya infeksi bakteri pada tubuh, seperti pneumonia, listeria, dan infeksi saluran kemih.
-Adanya infeksi virus, seperti yang menyebabkan flu.
-Penyakit kanker.
-Mengkonsumsi obat-obatan tertentu.
-Mabuk.
-Hipoglikemia yang terjadi pada penderita diabetes.
-Hot flushes atau berkeringat pada malam hari, salah satu gejala menopouse.
-Panic attack atau serangan panik.
-Adanya infeksi parasit.
-Sepsis.
-Infeksi batu ginjal.