3 Alasan Mengapa Penyakit TBC Masih Menjadi Momok di Indonesia, Kemakan Mitos

Asthesia Dhea Cantika, Jurnalis
Rabu 14 September 2022 16:10 WIB
Ilustrasi (Foto: iStock)
Share :

Begitu pun TBC, tak sedikit masyarakat yang percaya bahwa penyakit ini adalah kutukan leluhur atau hasil guna-guna seseorang. Alhasil, bukannya dibawa ke fasilitas kesehatan, penderita TBC justru disarankan untuk melakukan sejumlah ritual agar terhindar dari hal-hal buruk tersebut.

Penyakit ini tak bisa sembuh dengan ritual tersebut melainkan dengan perawatan medis dan mengonsumsi obat yang diresepkan secara disiplin.

Tak hanya itu, mitos lain yang berkembang di masyarakat Indonesia adalah TBC termasuk penyakit keturunan. Masyarakat menganggap penderita TBC akan menurunkan penyakit tersebut kepada anak dan cucunya.

Faktanya, TBC adalah penyakit menular yang disebabkan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Penularan terjadi melalui udara lewat droplet yang dikeluarkan oleh orang dengan TBC saat bersin, batuk, berbicara, bernyanyi, atau tertawa. 

3. Rendahnya edukasi

Masyarakat Indonesia juga diketahui rendah akan informasi dan edukasi pengobatan TBC. Mayoritas, penderita TBC tidak pergi ke fasilitas kesehatan, sebab mereka menganggap penyakit ini bisa sembuh dengan mengonsumsi obat batuk biasa.

Persepsi dan pemahaman salah ini disebabkan oleh edukasi yang minim terkait TBC. Padahal, penderita TBC memerlukan pengobatan dalam jangka waktu tertentu secara tuntas.

Meski gejala sudah hilang, orang dengan TBC tidak boleh berhenti minum obat sebelum waktunya. Sebab, bakteri TBC belum sepenuhnya hilang, meskipun gejalanya sudah tidak ada.

Demikian 3 alasan mengapa penyakit TBC masih menjadi momok di Indonesia. Untuk mengurangi angka kasus TBC hendaknya adanya edukasi tentang penanganan dan menghilangkan mitos juga stigma negatif yang ada.

(RIN)

(Rani Hardjanti)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya