BATIK perlu dijaga kelestariannya dari generasi ke generasi, khususnya oleh generasi muda dengan usia produktif.
Batik yang merupakan salah satu daftar representatif sebagai budaya tak-benda warisan manusia (Representative List of the Intangible Cultural Heritage of Humanity) UNESCO ini punya sejarah panjang dan bahkan setiap daerah punya corak motifnya tersendiri.
Lantas bagaimana salah satu cara untuk menjaga Batik ini agar tetap lestari? Menurut Riana Kesuma Astuti selaku pengusaha Batik, para penggiat batik juga harus mengikuti zaman agar anak-anak muda tetap tertarik memakai Batik.
Misalnya saja dari segi desain, Riana menyarankan para penggiat harus lebih kreatif agar Batik bisa dicintai oleh seluruh kalangan.
"Saya akan membuat desain yang dicintai, bagaimana desain tidak ruwet. Mungkin anak muda lihat kok rame ya, saya akan buat lebih modern, mungkin kontemporer agar memakai Batik itu menjadi gaya," ujar Riana dalam Podcast Aksi Nyata #DariKamuUntukIndonesia dengan tema Keistimewaan Filosofi Batik Tulis di Balik Harganya yang Mahal, Sabtu (10/9/2022).
Bagi Riana, batik adalah identitas bangsa Indonesia. Beruntungnya, kini sudah banyak anak muda yang menyadari akan hal tersebut. Banyak anak muda, kata Riana, yang memakai B atik di luar negeri saat menghadiri acara-acara formal.