KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengupayakan pemanfaatan buku kesehatan ibu dan anak (KIA) dalam mendukung kesehatan ibu dan anak. Hal ini dilakukan sebagai langkah untuk menurunkan angka kematian ibu dan kematian Balita.
Hal ini mengacu pada kehamilan, persalinan, nifas, dan masa kanak-kanak adalah masa kritis. Secara global, kematian ibu dan anak telah turun secara signifikan, tetapi bebannya masih tinggi.
"Buku KIA memainkan peran penting sebagai alat berbasis rumah untuk memastikan kesehatan ibu dan anak yang berkelanjutan,” ujar Wakil Menteri Kesehatan dr. Dante Saksono Harbuwono dalam Sehat Negeriku.
Penyediaan pemeriksaan antenatal berkualitas tinggi dan teratur selama kehamilan, akan menentukan status kesehatan ibu hamil dan anak-anak. Dengan ini pemerintah berkomitmen, untuk memprioritaskan ketersediaan layanan esensial bagi ibu dan anak.
BACA JUGA:Kecemasan Hingga Agresif, Ancaman Kesehatan Anak Ketika Terlalu Sering Terpapar Gawai
Untuk mengoptimalkan pemanfaatan KIA, pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA) mengadakan program pengembangan kapasitas kerja sama Selatan-Selatan melalui pertukaran pengetahuan, keahlian, dan sumber daya.