Sedangkan kelompok ketiga melakukan kombinasi keduanya. Penelitian ini menunjukkan bahwa modifikasi gaya hidup sederhana. Seperti menambahkan kismis ke dalam makanan atau meningkatkan langkah berjalan memiliki efek menguntungkan yang berbeda pada risiko CVD.
Penelitian terpisah yang diterbitkan dalam Journal of Nutritional Science mengungkapkan bahwa makan kismis secara signifikan mengurangi glukosa postprandial. Ini merupakan kadar gula darah hingga empat jam setelah makan.
Para peneliti mempelajari kadar gula darah dari 10 orang dewasa yang diberi kismis setelah berbagai sarapan berbeda selama periode dua hingga delapan minggu. Ditemukan bahwa konsumsi kismis setelah dua kali makan tertentu lebih efektif.
BACA JUGA:5 Penyakit yang Muncul karena Kolesterol Tinggi, Ada Diabetes Sang Silent Killer Loh!
Makan kismis menghasilkan pengurangan glukosa postprandial dan respons insulin secara signifikan bila dibandingkan dengan roti putih. Selanjutnya, kismis ditentukan sebagai indeks glikemik rendah, beban glikemik, dan makanan indeks insulin.
(Dyah Ratna Meta Novia)