KANKER serviks atau kanker mulut rahim masih menjadi salah penyakit yang mengancam wanita Indonesia. Pasalnya, Indonesia menempati urutan pertama dari jumlah penderita kanker serviks di seluruh Asia Tenggara.
“Di Indonesia, angka kanker serviks penurunannya lambat, dan justru pada 2019-2020 itu meningkat dan menempati peringkat pertama di Asia Tenggara dan peringkat kedua untuk angka kematiannya,” ujar Perwakilan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI), Dr. dr. Tofan Widya Utami, saat ditemui di Jakarta Selatan, Kamis, (25/8/2022).
Menurut Dokter Tofan, tingginya kasus penyakit kanker yang terjadi karena infeksi Human papillomavirus (HPV) di Indonesia. Salah satunya adalah karena kurangnya fasilitas screening atau fasilitas kesehatan yang bisa menjadi wadah bagi wanita di Indonesia untuk melakukan konsultasi.
Karena tingginya angka kematian wanita Indonesia akibat kanker serviks, Dokter Tofan menegaskan, saat ini Kementerian Kesehatan bersama Instansi dan Kementerian lain berkolaborasi untuk mencanangkan deteksi dini kanker serviks melalui tes HPV DNA.
“Karena kurangnya screening, jadi rencananya periksa HPV untuk serviks diusulkan jadi program nasional yang dibiayai oleh pemerintah,” tegasnya.
BACA JUGA:5 Tipe Orang yang Berisiko Alami Kanker Serviks, Anda Termasuk?
Dokter Tofan melanjutkan, kanker serviks yang memiliki risiko tinggi ini masih menjadi fokus edukasi untuk meningkatkan kesadaran di masyarakat, khususnya yang sudah aktif seksual untuk rutin melakukan tes deteksi dini.