PERUBAHAN cuaca atau iklim bisa terjadi di manapun, termasuk Indonesia. Suhu yang panas, menurut Ahli Iklim Prof Dann bisa menyebabkan kanker kulit.
"Ini menyebabkan lebih banyak paparan sinar matahari sepanjang tahun, dan terpenting lebih banyak paparan bagian UV dari sinar matahari itu. Yang merupakan faktor risiko terjadinya kanker kulit," kata Profesor ilmu iklim Dann Mitchell dari University of Bristol, dikutip dari Okezone.
Sementara menurut ahli kesehatan Dr Fajri, yang mana bisa saja terjadi karena berdasarkan penelitian. Namun untuk memastikan apakah bisa memicu kanker kulit, masih membutuhkan data lebih lanjut.
Apalagi melihat perubahan cuaca yang berubah bisa semakin panas dan lapisan ozon semakin menipis, memungkinkan bisa berdampak kepada kesehatan.
BACA JUGA:Pria Lebih Mungkin Meninggal karena Kanker Kulit daripada Wanita, Kenapa?
"Tapi paper ini panas yang lebih tinggi bisa menyebabkan polusi yang lebih berat, secara umum bisa mengangguk kesehatan, risiko kanker lebih tinggi," kata Dr Muhammad Fajri Adda’I, dokter relawan Covid-19 dan edukator kesehatan kepada MNC Portal, Selasa (16/8/2022)