Sejak viral, nama Citayam Fashion Week terus mendapat perhatian besar dari masyarakat Indonesia. Bagaimana tidak, aksi peragaan busana di kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat ini memang beda dari fashion week biasanya, sebab diikuti oleh para remaja dari kota-kota di sekitaran Jakarta atau yang populer disebut SCBD (Sudirman, Citayam, Bojong Gede, Depok) bukan dari kalangan model profesional.
Kawasan Dukuh Atas sendiri awalnya dijadikan sebagai lokasi pejalan kaki yang hendak menuju ke stasiun Sudirman dan Stasiun Dukuh atas BNI. Tidak jarang kawasan ini juga sering dijadikan lokasi 'nongkong' para remaja dengan pakaian dan penampilan nyentrik. Kegiatan kumpul-kumpul tersebut dengan cepat berkembang menjadi Citayam Fashion Week.
Momen ini seakan menjadi wadah para remaja Citayam untuk mengekspresikan dirinya. Mereka mengenakan pakaian yang beragam dan terkadang tematik.
Sebut saja, Jeje ‘Slebew’ misalnya, salah satu remaja Citayam yang viral di media sosial, selalu tampil dengan pakaian yang menjadi ciri khasnya. Ia biasa menggunakan tank top atau sleeveless top dengan perpaduan sweatpants.
Di hari lainnya, Jeje juga pernah menggunakan crop top dengan bawahan loose jeans. Gaya Jeje ‘Slebew’ sontak menjadi inspirasi fashion bagi para remaja perempuan lainnya.