BEBERAPA sayuran penurun darah tinggi akan dibahas pada artikel kali ini. Tekanan darah tinggi atau hipertensi merupakan penyakit yang sering diderita oleh orang dewasa hingga para lansia.
Hipertensi atau tekanan darah tinggi jika dibiarkan dapat memicu munculnya resiko penyakit lain, seperti penyakit jantung, stroke, dan lain-lain. Untuk itu banyak penderita melakukan diet DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension).
Pada diet ini, seseorang akan banyak makan sayur, buah, protein rendah lemak, serta asupan nutrisi lainnya. Nah, berikut adalah sayuran penurun darah tinggi yang bisa Anda konsumsi, seperti dilansir dari Healthline dan aneka sumber lainnya.
Bayam
Sayur Bayam memiliki kandungan nitrat, kalium, kalsium, dan juga magnesium yang cukup tinggi. Dengan kandungan ini, darah tinggi cukup berkurang secara signifikan jika penderita mengkonsumsi bayam secara rutin.
Seledri
Praktisi pengobatan dari Tiongkok sejak dahulu mempercayai jika seledri mampu menurunkan darah tinggi. Benar saja, senyawa yang ada di dalam seledri, phthalides, membuat seledri kaya akan serat dan berguna untuk mengendurkan pembuluh darah. Sehingga seledri mampu menurunkan tekanan darah tinggi.
Wortel
Dilansir dari laman Healthline, wortel tak hanya bagus untuk kesehatan mata saja. Namun juga berfungsi untuk menurunkan tekanan darah tinggi pada penderita hipertensi. Hal ini karena wortel memiliki kakndungan senyawa felonik yang tinggi. Senyawa inilah yang berfungsi untuk mengendurkan pembuluh darah dan menurunkan tekanan darah.
Ubi Jalar
Siapa bilang ubi jalar tidak ada manfaatnya? Ubi jalar memiliki kandungan potasium, magnesium, dan juga kalium yang tinggi. Sehingga ubi jalar cocok dikonsumsi penderita hipertensi karena kandungan ini mampu menurunkan tekanan darah tinggi.
Brokoli
Brokoli memiliki kandungan nutrisi yang tinggi, yaitu kalsium, kalium, magnesium, dan vitamin C. Nutrisi-nutrisi tersebut mampu menurunkan darah tinggi pada penderita diabetes. Jika ingin mendapatkan manfaat terbaiknya, sebaiknya Anda diamkan brokoli selama 40 menit setelah dipotong, sebelum dimasak.
(Martin Bagya Kertiyasa)