Studi ini dipublikasikan di jurnal Science. Studi ini sangat relevan dengan kondisi patologis seperti gangguan stres pasca-trauma, di mana trauma terlalu terkonsolidasi di korteks prefrontal, hari demi hari selama tidur.
Temuan ini membuka jalan menuju pemahaman yang lebih baik tentang pemrosesan emosi selama tidur pada manusia dan membuka perspektif baru untuk target terapeutik untuk mengobati pemrosesan memori traumatis yang maladaptif, seperti gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan konsolidasi awal yang bergantung pada tidur.
Penelitian tidur dan obat tidur telah lama menjadi fokus penelitian Universitas Bern dan Inselspital, Rumah Sakit Universitas Bern.
“Kami berharap temuan kami tidak hanya menarik bagi pasien, tetapi juga masyarakat luas,” kata Adamantidis.
(Dyah Ratna Meta Novia)