8. Kain Tenun NTT
(Foto : Wonderfulimage/Masday)
Jenis kain ini juga cukup populer di kalangan pencinta kain tradisional. Kain tenun dari Nusa Tenggara Timur bisa dikenali dari motifnya yang berupa lajur-lajur panjang yang berisikan detail motif geometris di tiap lajurnya.
Warna-warna merah, hitam, dan cokelat banyak digunakan pada kain tenun NTT. Kain tenun NTT biasanya memiliki harga yang lumayan mahal karena masih dibuat dengan alat tenun tradisional dan masih ada yang menggunakan bahan pewarna alami pada kainnya.
Jika berniat mengoleksi kain-kain tradisional Indonesia, sebenarnya Anda bisa menemukannya di sejumlah marketplace. Namun, tentunya pengalamannya akan berbeda jika dibandingkan Anda berwisata ke suatu daerah di Indonesia, mengunjungi pusat kerajinan kain tradisional, dan berbincang-bincang langsung dengan para pengrajin lokal, serta tak lupa #BeliKreatifLokal untuk mengoleksi berbagai jenis kain tradisional secara langsung dari pengrajin.
Ketika Anda berkunjung ke pengrajin lokal, jangan lupa untuk mengabadikannya melalui media sosial Instagram. Saat ini Kemenparekraf sedang menyelenggarakan sayembara Ambassador Kampung Sini (Akamsi), untuk mendukung destinasi wisata dan pelaku UMKM yang masih belum tersentuh. Kategori yang dilombakan antara lain pesona alam, budaya, desa, kota, kuliner, dan UMKM. Caranya mudah dengan follow akun Instagram @pesona.indonesia dan mengunggah postingan ke Instagram Feed dalam bentuk foto atau video lalu highlight ke Instagram Story, untuk lebih detailnya bisa klik disini! Ada banyak hadiah berupa smartphone dan uang elektronik. Ingin mencoba peruntungan lainnya? Ikuti kegiatan Pesona Punya Kuis (PUKIS) untuk mendapatkan merchandise dan hadiah jutaan rupiah yang dibagikan setiap bulannya. Tunggu apalagi, segera follow akun Instagram @pesona.indonesia untuk mendapatkan berbagai informasi tidak hanya destinasi wisata akan tetapi Anda bisa cek produk ekonomi kreatif yang keren dan lucu-lucu hasil karya pengrajin Indonesia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno juga memiliki ketertarikan khusus pada kain-kain tradisional Indonesia. Pada beberapa kali kesempatan saat melakukan kunjungan ke berbagai daerah, Sandiaga seringkali mencoba mengenakan kain-kain tradisional daerah setempat. Bahkan, Sandiaga aktif mempromosikan kain Indonesia ke luar negeri.
"Kami akan mendorong agar kain-kain tenun tradisional Indonesia dapat dipakai oleh brand-brand dunia, sehingga produk ekonomi kreatif kita semakin dikenal, dan pelaku UMKM di Indonesia bisa naik kelas," kata Sandiaga. (WLD/VAL)
CM
(Fitria Dwi Astuti )