ANTUSIASME masyarakat menyambut lebaran tahun ini sangat tinggi, sebab sekitar 85 juta orang berpotensi melakukan mudik lebaran. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pemerintah optimistis mudik di tengah Covid-19 tidak membawa dampak negatif.
Hal tersebut mengacu pada tingkat antibodi yang sudah tinggi pada masyarakat, khususnya terhadap Covid-19.
Terbukti dari hasil survei serologi yang dilakukan Kementerian Kesehatan bekerjasama dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menunjukkan 99,2% masyarakat Indonesia memiliki antibodi Covid-19.
"Ini menunjukkan bukan hanya masyarakat yang sudah memiliki antibodi, tapi kadar antibodinya juga tinggi," ujar Menkes Budi.
Lebih lanjut, Menkes Budi mengatakan, vaksinasi memberikan risiko kecil masyarakat mengalami perburukan saat terkena Covid-19, hingga perawatan di Rumah Sakit akibat Covid-19. Dengan adanya vaksinasi lengkap dan booster, membuat seseorang bisa lebih terlindungi di tengah pandemi.
"Sehingga kalau nanti diserang virus, daya tahan tubuh bisa cepat menghadapinya dan mengurangi sekali risiko untuk masuk rumah sakit apalagi risiko untuk wafat," jelasnya.
"Itu menyebabkan kami percaya Insya Allah Ramadan dan mudik kali ini, dapat berjalan dengan lancar tanpa membawa dampak negatif kepada masyarakat," tambah Menkes Budi.
BACA JUGA:Mudik Lebaran 2022, 1.053 KRL Disiapkan dari Pukul 04.00 hingga 24.00 WIB
Ia juga menegaskan agar masyarakat tetap waspada, dengan tidak iri dengan negara lain yang melonggarkan hampir seluruh aturan terkait Covid-19. Dengan tetap mematuhi protokol kesehatan, mampu mendorong perkembangan situasi Covid-19 lebih baik.
(Dyah Ratna Meta Novia)