NAMA Rudy Hadisuwarno memang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Memiliki salon dengan cabang yang sudah sangat banyak, Rudy Hadisuwarno pun juga membuka pendidikan tata rambut.
Tapi, kesuksesan dan statusnya sebagai seorang maestro memang tidak terjadi secara instan. Dia pun memulai karirnya selama puluhan tahun di bidang tata rambut benar-benar mulai dari nol, dan di masa ketika pria dianggap tidak lumrah berkarier di bidang penataan rambut yang identik dengan wanita.
“Mulai karier dari bawah sekali, dimulai tahun 1968 saat belum lumrah pria bekerja di bidang tata rias rambut. Tapi saya beranikan diri belajar tata rias rambut, sambil kuliah buka salon di rumah,” jelas Rudy, dalam gelaran Webinar MARCH FESTIVAL 2022 MPI dengan tema 'Satu Inspirasi' , Kamis (24/3/2022).
Ia mengaku awalnya membuka salon di rumah hanya berniat mendapat uang jajan tambahan. Tapi ternyata takdir berkata lain, salon rumahannya sangat sukses dan menjadi cikal bakal bisnis salon besarnya sekarang.
“Mulanya cari uang tambahan saja untuk kuliah, tapi di tahun ketiga eh salon di rumah maju sekali. Saya putuskan stop kuliah sementara untuk konsentrasi ke karir,” imbuhnya.
Keputusan besarnya untuk cuti kuliah demi fokus mengembangkan karir sebagai hairstylist dan mengembangkan salon rumahannya tak sia-sia. Kini seorang Rudy Hadisuwarno bisa memiliki 100 salon dari Aceh sampai Merauke.
“Seiring berjalannya tahun ke tahun saya mengembangkan usaha, awalnya Cuma satu salon sampai sekarang dengan sistem franchise kami sudah memiliki sekitar 100 salon tersebar di seluruh Indonesia,” kata Rudy.
(Martin Bagya Kertiyasa)