“Mulanya cari uang tambahan saja untuk kuliah, tapi di tahun ketiga eh salon di rumah maju sekali. Saya putuskan stop kuliah sementara untuk konsentrasi ke karir,” imbuhnya.
Keputusan besarnya untuk cuti kuliah demi fokus mengembangkan karir sebagai hairstylist dan mengembangkan salon rumahannya tak sia-sia. Kini seorang Rudy Hadisuwarno bisa memiliki 100 salon dari Aceh sampai Merauke.
“Seiring berjalannya tahun ke tahun saya mengembangkan usaha, awalnya Cuma satu salon sampai sekarang dengan sistem franchise kami sudah memiliki sekitar 100 salon tersebar di seluruh Indonesia,” kata Rudy.
(Martin Bagya Kertiyasa)