Pramugari Ini Alih Profesi Jadi Pilot Helikopter, Macho Banget Bantu Padamkan Kebakaran Hutan

Antara, Jurnalis
Kamis 10 Maret 2022 07:04 WIB
Jeanette Febrina, mantan pramugari yang banting setir jadi pilot helikopter pemadam karhutla (Foto: Antara/Bayu Agustari)
Share :

MENJADI pilot mungkin dianggap bukan wilayah cita-cita seorang anak perempuan. Terlebih lagi di konsensus masyarakat yang masih patriarki, menjadi pilot itu seakan-akan adalah wilayah yang sudah dikapling kaum laki-laki.

Memang sosok yang sering diidentikkan gagah dan macho ini masih didominasi kaum Adam. Data menyebut pilot perempuan masih di bawah 1.000 orang dibanding lelaki yang jumlahnya puluhan ribu di Indonesia.

Satu dari yang sedikit itu yakni pilot PT Arara Abadi di Provinsi Riau, Capt. Jeanette Febrina. Lahir di Jakarta 5 Februari 1988 dari ayah asal Manokwari dan ibu dari Semarang.

Pada momen International Women's Day 8 Maret 2022 di Perawang, Kabupaten Siak, Jeanette membagikan ceritanya hingga bisa menjadi pilot.

Dirinya tumbuh di Jakarta dengan pendidikan SD dan SMP Tunas Jaka Sampurna, lalu di SMA 5 Bekasi. Selepas sekolah, Jeanette diharapkan bisa melanjutkan di Institut Ilmu Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), namun kandas.

Suatu momen titik balik tiba, tatkala dia mengantarkan temannya untuk melamar menjadi pramugari di Batavia Air tahun 2007. Ia pun iseng ikut juga melamar hingga garis nasib mengarahkannya menjadi pramugari.

Untung hobinya bermain basket mampu menunjang tinggi badannya menjadi 167 centimeter. Ia pun memenuhi kualifikasi menjadi pramugari, namun malangnya kawan yang ditemani itu malah tak diterima. Begitulah hidup, kadang hal yang tak begitu diprioritaskan justru menjadi jalan hidup kita.

Tiga tahun menjadi pramugari Batavia Air, dia kemudian mencoba peruntungan di Garuda Indonesia. Alasan utamanya adalah ingin merasakan penerbangan internasional ditopang dengan kecakapannya berbahasa Inggris dan Jepang.

Ayahnya yang seorang analis pertambangan membuat Jeanette kerap bergaul dengan lingkungan ekspatriat sehingga lancar berbahasa Inggris. Sedangkan Bahasa Jepang didapatnya ketika SMA di jurusan bahasa.

"Ya kalau tidak dipraktikkan, kemampuan bahasa itu akan hilang. Dengan Garuda bisa praktek karena penerbangannya ada rute ke Tokyo dan Osaka," ungkap Jeanette.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya