Perayaan lain
Hari raya Nyepi sebenarnya merupakan Tahun Baru menurut kalender Saka atau kalender Hindu. Mirip seperti kalender Masehi, kalender Saka juga memiliki 12 bulan, tetapi jenis penanggalannya berbeda.
Selain itu, Nyepi memiliki rangkaian perayaan yang terbagi menjadi beberapa kegiatan. Di antaranya adalah Melasti, Tawur Agung atau Ngerupuk, dan Ngembak Geni. Melasti biasanya digelar 2-3 hari sebelum Nyepi.
Tampak salah satu sesaji saat Nyepi di Melasti. (Foto: Barry Kusuma)
Acara Melasti meliputi kegiatan pembersihan perlengkapan sembahyang. Umumnya, Melasti diadakan di pantai, danau, air terjun, atau sumber mata air lainnya. Melasti ini juga biasanya menarik perhatian banyak wisatawan karena hanya dilakukan sekali dalam setahun.
Sehari sebelum Nyepi, umat Hindu di Bali melakukan upacara Tawur Agung. Ritual ini merupakan persembahan yang tulus ikhlas kepada alam semesta. Tidak hanya itu, pada sore harinya dilakukan prosesi pengerupukan (Ngerupuk), yaitu ritual menyalakan obor di rumah dan pekarangan, menebar nasi tawur, dan memukul benda-benda sehingga berbunyi riuh. Tujuan keriuhan ini antara lain untuk mengusir energi negatif di alam.
Acara Ngerupuk juga diikuti dengan pawai ogoh-ogoh. Ogoh-ogoh merupakan semacam patung yang diyakini sebagai wujud dari Bhuta Kala. Pawai Ogoh-ogoh ini diarak keliling desa dan kemudian dibakar sebagai perlambang untuk mengusir roh jahat.
Terakhir adalah perayaan Ngembak Geni. Sehari setelah Nyepi, umat Hindu Bali akan beramah-tamah dan saling mengunjungi sanak saudara dan tetangga atau Dharma Santi. Tujuan Dharma Santi ini antara lain saling memaafkan dan menjalin hubungan yang baik dan damai dengan sesama.