Foto yang dilampirkan menampilkan leher ke atas alias foto close-up. Tak boleh ada ekspresi saat foto berlangsung dan untuk peserta wanita tidak diizinkan mengenakan makeup.
Untuk sampel darah sendiri, peserta diambil darah 85 mililiter.
Kemudian, peneliti melibatkan 492 orang di luar responden utama untuk menilai daya tarik setiap foto peserta studi. Peneliti mengurutkan peringkat dari setiap foto, tim lain menguji sampel darah peserta studi.
Indikator yang dipakai untuk menilai wajah yang menarik antara lain kulit yang bersih, tulang pipi yang menonjol, mata yang cerah, serta bibir merah.
"Indikator tersebut dianggap merepresentatifkan definisi wajah menarik," tulis peneliti, dikutip dari laporan New York Post, Kamis (17/2/2022).