Menengok Kafe di Malang Bernuansa Klasik Eropa Jawa dengan Kopi Khas Belanda

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 12 Januari 2022 14:06 WIB
Kafe di Malang Bernuansa Klasik Eropa Jawa (MPI/Avirista Midaada)
Share :

Berkunjung ke kafe ini, anda juga dapat mencicipi menu makanan khas yang biasa disantap orang Eropa dan Belanda zaman dahulu.

Tak ketinggalan aroma kopi wine yang merupakan hasil fermentasi selama 5 - 6 bulan, jadi citra dan kopi khas Belanda bernama Koffie Met Slagroom. Menu - menu ini bisa anda dapat nikmati dengan harga terjangkau mulai 6 ribu untuk kopinya hingga 22 ribu, untuk kopi wine hasil fermentasi yang dingin.

"Winenya original, proses natural dimana aroma dan taste rasanya dari original kopi atau kopi Cherry, kalau kopinya robusta. Artinya yang matang proses fermentasinya, disimpan, dikeringkan sampai dia kering, disimpan 5 - 6 bulan, baru bisa diroasting. Makanya petani akan mendapatkan untung lebih karena berinovasi, bagaimana pendapatan biar meningkat, dan rasa kopinya juga beda," ungkapnya.

Citra rasa aroma wine cukup terasa bila anda mencicipi kopi wine ini. Namun dipastikan wine yang dimaksud di sini bukanlah wine yang memabukkan, melainkan berdasarkan fermentasi alami dari buah cherry. Maka tak heran, rasa buah cherry dipadukan dengan kopi begitu kental dan jadi suguhan bagi penikmat kopi.

Kopi wine ini juga bisa disajikan dengan dingin, namun rasanya tentu berbeda mengingat bila dingin lebih terasa manis. Sementara untuk Koffie Met Slagroom merupakan kopi khas Belanda yang juga biasa dinikmati para tamu.

Anda juga harus menikmati suguhan spesial jajanan yang dihidangkan bersama dengan kopi. Jajanan bernama speculas ini dulunya menjadi makanan para kolonial Belanda di masanya. Dimana speculas merupakan makanan kering dengan campuran rempah-rempah antara lain kayu manis, yang membuat rasa makanan tampak pedas.

"Speculas itu kita bikin sendiri, khasnya sini biar ada ciri khasnya Malang. Kita namai speculas Malang. Sebenarnya resep ini pada zaman dahulu orang Eropa kalau membuat kukis masakan, atau minuman selaku ada rempah. Maka rempah-rempah di Indonesia dibawa ke Eropa di sana, diolah beberapa macam olahan termasuk kukis jajanan minuman. Jadi kayu manis itu bisa diolah menjadi macam-macam jenis makanan minuman di sana," katanya.

"Jadi untuk campuran - campuran aroma - aroma makanan minuman khas Eropa, ini khas. Zaman dahulu minum kopi gandengan speculas orang eropa. Kalau orang Jawa zaman dahulu minum kopi bersanding dengan gula Jawa minum kopi pahit, camilannya gula Jawa," imbuhnya.

Ia pun tak segan juga mengajak pengunjung belajar sejarah dan bahasa Belanda, sambil meminum kopi yang khas. Tak heran bila kekhasan kafe tersebut menjadikan banyak turis mancanegara dan domestik luar Malang yang ingin tahu sejarah Malang.

Bahkan disebut Jon, sebelum pandemi Covid-19 melanda hampir 75 persen tamu dan pengunjung kafenya berasal wisatawan mancanegara, sedangkan sisanya 25 persen berasal dari wisatawan domestik.

"Banyak nggak ngitung, karena Malang ini pintu masuknya tamu-tamu asing yang di sini njenengan ribuan orang yang masuk mau lokal dan asing," kata dia.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya