Menengok Kafe di Malang Bernuansa Klasik Eropa Jawa dengan Kopi Khas Belanda

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 12 Januari 2022 14:06 WIB
Kafe di Malang Bernuansa Klasik Eropa Jawa (MPI/Avirista Midaada)
Share :

Menurutnya, sejak lama ia menyukai budaya dan sejarah, serta berusaha memperkenalkan sejarah dan budaya, baik dari Jawa maupun Belanda. Kecintaannya terhadap budaya kian tinggi setelah dirinya sempat belajar bahasa dan kebudayaan hingga ke negeri Belanda di tahun 1993.

"Karena jatuh cinta pada Indonesia, sejarah Indonesia, dimana ini nilai-nilai sejarah yang harus kita pertahankan. Dimana kalau kita ingat sejarah pasti kita akan mengingat leluhur kita, mengingat bangsa kita. Jadi kita tetap harus pertahankan, dan harus kita edukasi kan kepada anak-anak bangsa dengan sejarah ini," paparnya.

Pak Jon, sapaan akrabnya bercerita bila awalnya ia membuat jasa penyediaan layanan perjalanan travel bagi para turis asing dan domestik. Dari sanalah kemudian, pria berusia 54 tahun berkembang membuat sebuah kafe dan hostel bagi para pelancong dengan budget rendah.

Baca Juga:

Rasakan Sensasi Naik Kapal Pesiar Super Mewah, Ini Fasilitas yang Bisa Dinikmati

 Ilmuwan Jelajahi Gletser 'Kiamat' Antartika, Hasilnya Bikin Cemas Penduduk Bumi

"Saya memang pemandu bahasa Belanda dan bahasa Inggris, juga sempat tahun 1993 ke Belanda, belajar bahasa dan budaya Belanda. Kemudian saya menjadi pemandu wisata, mendirikan Bromo tour holiday dan Malang tourist information center. Berkembang menjadi kopi, sebenarnya satu kesatuan, antara Huize Jon Coffe and hostel," jelasnya.

Tak pelak kecintaannya terhadap budaya dan sejarah menjadikan nuansa kafenya dihiasi benda-benda antik baik peninggalan Jawa maupun Eropa, yang didapatnya dari beberapa orang.

"Banyak hibah, warisan, kalau koleksi nggak. Tapi ini memang banyak dari saudara, teman, orang tua, sebenarnya barang ini kita hanya merawat dan peduli dengan barang ini. Jam yang tertua sebelum ada orang tua sudah ada jam itu. Jam dinding paling tua, kenang - kenangan dari orang tua, memang di uri-uri. Sebelum saya lahir itu sudah ada, bikinan Jerman, nggak tahu asal-usulnya, bapak saya suka jam, bisa servis jam bapak saya memodifikasi jam," terangnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya