Menengok Kafe di Malang Bernuansa Klasik Eropa Jawa dengan Kopi Khas Belanda

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 12 Januari 2022 14:06 WIB
Kafe di Malang Bernuansa Klasik Eropa Jawa (MPI/Avirista Midaada)
Share :

KOTA MALANG - Nuansa Belanda dan Eropa langsung menyambut setiap pengunjung di sebuah kedai kopi. Ya kedai kopi bernama Huize Jon Coffe di Jalan Majapahit, Kota Malang ini memang mengusung perpaduan antara Eropa khususnya Belanda, dengan kebudayaan Jawa.

Sejumlah benda antik menjadi suguhan saat memasuki area kedai kopi. Sepasang patung orang berpakaian Jawa menyambut pengunjung setibanya di kedai kopi. Masuk ke ruang tengah kedai kopi sebuah tulisan berbahasa Belanda besar menyambut setiap pengunjung yang datang.

"Hartelijk Welkom on Malang. Huize Djon Geschickt Voor Het Maken Van Mooie Uitstapjes Gezzelige Sfeer Voor Iedere Gast," begitu tulisan dari sebuah bahasa Belanda yang terlihat. Tulisan ini memiliki arti Selamat datang di Malang dengan sesungguhnya. Rumah Jon cocok untuk membuat suatu perjalanan atau singgahan suasana yang nyaman untuk tamu.

Di dalam area kedai kopi nuansa klasik Eropa dengan dipadukan Jawa, tampak terlihat lebih jelas. Ornamen - ornamen dan benda-benda kuno Eropa dan Jawa, mulai jam dinding klasik buatan Jerman berusia 75 tahun lebih, televisi, radio kuno, aneka wayang kulit, foto klasik, hingga ukiran kuno terpampang di bagian dalam kafe.

Baca Juga:

Fosil 'Naga Laut' yang Hidup 90 Juta Tahun Lalu Ditemukan di Sebuah Waduk

Menilik Kereta Cepat Pertama Asia Tenggara, Kecepatan Capai 160 Km per Jam

Nuansa Belanda kian terasa dengan tulisan berbahasa lagi di sisi utara dalam kafe 'Uitsmijter Toast' yang berarti Uitsmijter adalah nama khas sandwich Belanda, sedangkan toast berarti roti panggang.

Pemilik kedai kopi Jon Alif mengungkapkan, sengaja mendesain sedemikian rupa kafenya dengan perpaduan budaya Belanda Eropa dengan Jawa berkonsep heritage.

"Konsepnya mempertahankan kekuatannya dari sisi budaya heritage, kita perpaduan antara Eropa, Jawa, kita mempertahankan nilai-nilai sejarah," ucap Jon Alif, saat ditemui MNC Portal.

Faktor pemahaman budaya Belanda dan Eropa, membuat tulisan berbahasa Belanda demi menyosialisasikan budaya dan menarik pengunjung. Tak hanya itu, tulisan-tulisan ini juga beberapanya dapat menarik wisatawan mancanegara, khususnya dari Belanda.

"Selamat Datang dengan sesungguhnya di Malang. Artinya ini memang sangat sopan dan polaid, dan kita terbuka terhadap mereka. Biasanya cukup dengan welcome tapi kita tambah dengan Hartelijk. Kita sungguh-sungguh welcome datang ke Malang, hartelijk itu artinya sungguh-sungguh, artinya kita membuka dengan sesungguhnya," bebernya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Women lainnya