Prof Amin menjelaskan bahwa sebetulnya Januari kemarin sudah siap bibit vaksinnya. Tapi, untuk bisa memenuhi semua faktor, diperlukan waktu dan proses yang tidak sebentar.
"Jadi, beberapa hal yang harus ditingkatkan dan disempurnakan agar industri bisa memprosesnya dengan lebih efisien, karena kalau efisien ini akan menurunkan harga juga," ujarnya. "Sehingga, vaksin yang dihasilkan bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau, tidak memberati masyarakat dan negara," tambah Prof Amin.
Vaksin Merah Putih Eijkman bekerja sama dengan Bio Farma sendiri diyakini mampu melawan varian Delta yang masih mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia. Soal apakah vaksin bisa melawan Omicron, penelitian lebih lanjut diperlukan.
"Vaksin Merah Putih Eijkman ini saat proses dibuatnya diujikan pada varian Delta yang memang mendominasi kasus di Indonesia dan terbukti efektif. Dalam prosesnya, ternyata muncul Omicron dan karena itu penelitian lebih lanjut diperlukan," tambah Prof Amin.
(Martin Bagya Kertiyasa)