Vaksin Merah Putih Gagal Muncul Awal 2022, Ini 3 Penyebabnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis
Selasa 28 Desember 2021 15:29 WIB
Ilustrasi Vaksin Covid-19. (Foto: Freepik)
Share :

SEIRING dengan mutasi virus Covid-19, maka antibodi atau kekebalan tubuh memang akan semakin berkurang ketika menghadapi varian-varian baru. Oleh karena itu, dibutuhkan suntikan tambahan atau biasa disebut sebagai vaksin booster.

Dengan mendapatkan vaksin booster, diharapkan tubuh semakin kuat dan antibodi yang dibentuk mampu melawan varian-varian baru, termasuk varian omicorn yang menyebabkan ledakan kasus postif Covid-19 di berbagai negara.

Indonesia sendiri rencananya akan mulai memberikan vaksin booster kepada masyarakat umum pada Januari 2022. Jenis vaksin yang diproyeksikan mulai dari Sinovac hingga Pfizer. Tak hanya itu, vaksin kolaborasi dalam negeri juga diproyeksikan seperti vaksin Merah Putih Eijkman bekerja sama dengan Bio Farma.

Sayangnya, harapan masyarakat Indonesia mendapatkan vaksin buatan negeri sendiri belum bisa terwujud di awal 2022. Sebab, vaksin Merah Putih Eijkman diketahui molor hingga akhir 2022. Ada beberapa faktor penyebab mengapa ini terjadi.

Diterangkan Peneliti Eijkman, yang sebelumnya adalah Kepala Lembaga Biologi Molekuler Eijkman Prof Amin Soebandrio, ada 3 faktor yang membuat vaksin Merah Putih Eijman belum bisa dipakai masyarakat di awal 2022.

"Kami berharap, ketika vaksin Merah Putih tersedia, itu akan bisa memenuhi sekurang-kurangnya 50 persen kebutuhan vaksin Covid-19 di Indonesia," terang Prof Amin saat ditemui langsung di Auditorium Eijkman Jakarta, Selasa (28/12/2021).

Tapi, kata Prof Amin, tak bisa ditampik bahwa ada beberapa kendala yang membuat vaksin ini molor dari tenggat waktu yang sudah ditetapkan yaitu pertengahan 2022.

"Ada 3 hal yang harus kami pertimbangkan matang-matang sebelum rilis vaksin ke masyarakat. Pertama keamanan vaksin itu sendiri, efikasinya, dan faktor kehalalannya yang memang penting untuk masyarakat Indonesia," katanya.

Prof Amin menjelaskan bahwa sebetulnya Januari kemarin sudah siap bibit vaksinnya. Tapi, untuk bisa memenuhi semua faktor, diperlukan waktu dan proses yang tidak sebentar.

"Jadi, beberapa hal yang harus ditingkatkan dan disempurnakan agar industri bisa memprosesnya dengan lebih efisien, karena kalau efisien ini akan menurunkan harga juga," ujarnya. "Sehingga, vaksin yang dihasilkan bisa dinikmati dengan harga yang terjangkau, tidak memberati masyarakat dan negara," tambah Prof Amin.

Vaksin Merah Putih Eijkman bekerja sama dengan Bio Farma sendiri diyakini mampu melawan varian Delta yang masih mendominasi kasus Covid-19 di Indonesia. Soal apakah vaksin bisa melawan Omicron, penelitian lebih lanjut diperlukan.

"Vaksin Merah Putih Eijkman ini saat proses dibuatnya diujikan pada varian Delta yang memang mendominasi kasus di Indonesia dan terbukti efektif. Dalam prosesnya, ternyata muncul Omicron dan karena itu penelitian lebih lanjut diperlukan," tambah Prof Amin.

(Martin Bagya Kertiyasa)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Women lainnya