“Pengaruh terhadap penggunaan produk tembakau alternatif terhadap tingkat merokok mulai dirasakan setelah tahun 2013. Sejak 2013, tingkat merokok di Australia hanya turun 0,3 persen per tahun, berbanding dengan Inggris 0,9 persen per tahun,” ucapnya.
Sementara itu, studi yang dilakukan Public Health England (PHE), lembaga eksekutif Departemen Kesehatan Inggris melalui laporan Evidence Review of E-Cigarettes and Heated Tobacco Products 2018 menyebut jika produk tembakau yang dipanaskan dan rokok elektrik memiliki risiko lebih rendah hingga 95 persen daripada rokok.
Baca juga: Tembakau Alternatif dengan Vape Ternyata Beda Loh
UK Committee on Toxicology (COT), bagian dari Food Standards Agency, juga menunjukkan kesimpulan positif bagi produk tembakau alternatif. COT menyimpulkan produk tersebut mengurangi bahan kimia berbahaya sebesar 50 persen hingga 90 persen dibandingkan dengan asap rokok.
(Dyah Ratna Meta Novia)