Meski demikian, saat ini pemerintah belum fokus untuk memikirkan tentang penyelenggaraan umroh. Sebab sebentar lagi Indonesia akan menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru) yang berpotensi meningkatkan lonjakan kasus Covid-19. Kondisi tersebut juga semakin diperparah dengan hadirnya varian baru Omicron.
"Saat ini pemerintah masih berkonsterasi pada Nataru dulu. Agar mudah-mudahan Nataru bisa dikendalikan lebih baik baru sesudah itu kita bisa melihat kapan akan dibuka untuk kegiatan umroh," tambahnya.
Dia menambahkan, berbagai negara khawatir terkait kasus Omicron, maka pemerintah Indonesia akan melakukan karantina selama 10 hari. Tentunya kondisi ini akan menjadi pertimbangkan pemerintah untuk membuka kembali kegiatan umroh.
(Martin Bagya Kertiyasa)